Senin, Januari 19, 2009

DESA PANGAUBAN MEMBANGUN 15 UNIT RUMAH KUMIS (Kumuh & miskin)


DESA PANGAUBAN KATAPANG
MEMBANGUN 15 UNIT RUMAH KUMIS (Kumuh & miskin)


Dalam rangka percepatan akselerasi pembangunan ditingkat desa di sinergikan dengan program pengentasa kemiskinan,wujud nyata yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Pangauban Kecamatan Katapang Kabupaten Bandung adalah dengan membangun rumah kumuh yang tidak layak huni sebanyak 15 unit,jumlah tersebut 13 Unit di biayai dana stimulan dari PNPM,dan 2 unit dibiayai dana stimulan bantuan dipertasih Kabupaten Bandung, program ini menumbuh kembangkan kembali rasa kebersamaan,gotong-royong, dimasyarakat yang hampir hilang digerus jaman,dan program ini memancing partisifasi masyarakat, sebab pada kenyataan dilapangan bantuan uang Rp. 5 Jt tidak mungkin cukup untuk membangun satu unit rumah,biaya pembangunan satu (1) unit rumah mencapai 9 s/d 12 Juta semua kekurangan ditanggung dengan swadaya masyarakat berupa tenaga,barang/bahan,makanan,uang.

Dana swadaya masyarakat yang terserap dengan adanya program rehab rumah kumuh sekitar Rp.60.000.000,- untuk satu prorgam.

program lainya yang dilaksanakan di tahun 2008, adalah pembangunan grevel/drainase pembuangan air jamban keluarga dimasing-masing RW dan sarana transportasi yaitu penetrasi dan Hotmix jalan Desa di Wilayah Desa Pangauban Kecamatan Katapang Kabupaten Bandung.

trim's,- yun's


Jumat, Januari 16, 2009

65 Kader PKK Desa Pangauban ikuti ketrampilan menjahit

65 Kader PKK Desa Pangauban ikuti ketrampilan menjahit
Sebanyak 65 orang kader PKK Desa Pangauban mengikuti kursus ketrampilan gratis, Ketua TP.PKK Desa Pangauban Ny.Neneng Wiwin Sujana,bersama Pengurus PKK lainya berinisiatif meberikan pembekalan keretampilan menjahit kepada kaum Hawa yang ada di desa pangauban, dengan tujuan agar kader PKK yang ada di Desa Pangauban bisa mandiri,dan bisa membantu perkonomian keluarga melaui keterampilan yang mereka dapatkan dari kursus gratis tersebut.
Dengan sarana penunjang praktek yang seadanya,kursus menjahit ini terus berjalan selama selama 3 Bulan, keterampilan menjahit untuk warga desa Pangauban adalah modal dasar untuk kerja, karena wilayah Desa Pangauban merupakan daerah indutri garment,dimana syaratnya pekerja itu selain ijasah adalah bisa menjahit.
ibu Heni yusup selaku pengajar,dengan sabar memberikan pedidikan cara-cara memotong,bikin pola dan sebaginya kepada seluruh peserta pelatihan dan alhamdulilah semuanya bisa mengikuti ketrampilan sampai selesai.
trim's TP PKK desa

Kamis, Januari 15, 2009

Keterampilan rias pengantin Pkk Desa Pangauban

Keterampilan rias pengantin Pkk Desa Pangauban

Penen Raya Bersama Pangdam 3 Siliwangi di Desa Pangauban

PT Nutrisi Saputra Inheritance bekerjasama dengan Kodim 0609 Kabupaten Bandung mengadakan eksperimen penanaman padi pada tanah Bapak H. Enatang seluas 500 meter persegi di wilayah desa Panguban RW 12 Kecamatan Katapang Kabupaten Bandung. Tanggal 25 Maret 2007 yang lalu berhasil mengadakan penen raya perdana. Hadir pada kesempatan tersebut Bapak George Toisukta Pangdam 3 Siliwangi bersama Ibu, Bapak H. Obar Sobarna Bupati Kabupaten Bandung bersama Ibu. Serta Bapak Umar Hasan Saputra sebagai pimpinan dari PT Nutrisi Saputra Inheritance.
“Ini adalah sutu proyek percontohan bagi masyarakat semua, kita harus mengoptimalkan hasil panen kita, kita harus punya malu, Negara ini subur makmur tapi beras saja sampai impor dari luar” ujar George Toisukta Pangdam 3 Siliwangi.
Hasil yang di hasilakan dari cara bercocok tanam yang baik serta di lakukan dengan sitem pemupukan seperti yang di lakukan oleh hasil pengembangan PT Nutrisi yaitu system pupuk organik, akan mengasilkan hasil yang cukup baik, dari lahan 1 ha kalau dengan cara dan pupuk bisa akan mengasilkan 4 sampai 5 ton saja tetapi dengan cara pemupukan sintem PT Nutrisi bisa menghasilkan 8-10 ton. “itu akan dihasilkan karena padi dengan system kami ini akan lebih berisi, butiran padinya pun akan lebih banyak pada tiap batangnya, serta padinya akan lebih tahan lama dan ini bisa kita buktikan sekarang seperti yang sama-sama kitas saksikan ini” jelas Bapak Umar Hasan Saputra pimpinan PT Nutrisi Saputra Inheritance.
Langkah pengembangan pertanian dengan system pemakaian pupuk organic seperti yang dilakukan oleh PT Nutrisi ini sangat tepat. Hal ini karena tanah petanian di wilayah seperti Desa Panguban ini yang sudah semakin sempit wilayah pertaniannnya. “Wilayah pertanian Desa Panguban ini hanya sekitar 80 ha saja dari luas 1500 ha wilayah Desa Pangauban ini, justru langkah pengembangan ini sangat tepat karena dengan lahan yang kecil kita bisa menghasilkan padi yang maksimal” ujar Bapak Yuyun Sujana SE Kepala Desa Panguban.

Sekilas tentang desa Pangauban

Desa Panguban berpenduduk sekitar 10328 jiwa terdiri dari 3255 kepala keluarga. Nama Panguban sendiri berarti adalah tempat perkumpulan, entah kapan dan siap yang memberi nama Panguaban yang jelas nama Pangauban sudah sejak dahulu kala memang ada di wariskan oleh para leluhur yang ada di desa Pangauban.
Kondisi desa panguban di jelasakan oleh kepala desa Pangauban Bapak Yuyun Sujana SE bahwa kondisi desa pangauban dibagi menjadi tiga bagian besar, dimana 1/3 daerahnya adalah jona industri, 1/3 adalah jona pertanian dan satu pertiga lain sisanya adalah kawasan pemukiman penduduk. Propesi penduduk Desa Pangauban yang paling banyak adalah berpropesi sebagai petani penggarap, untuk masyarakat yang berpropesi sebagai buruh pabrik rata-rata berasal dari warga pendatang baik dari daerah Jawa Barat maupun dari luar Jawa Barat.
“Secara khusus desa Pangauban tidak memunyai peportensi yang menonjol, tapi ada bebrapa catatan tentang potensi desa ini, misalnya di bidang kerajinan daur ulang dari barang-barang bekas, kerajinan tangan, bahkan di kerajinan tangan tepatnya di RW 10 ada salah seorang warga yang membuat miniature berbagai bentuk pesawat terbang yang terbuat dari bambu yang di padukan dengan bahan lainnya, itu sudah sangat terkenal baik di tingkat local maupun tingkat nasional karena memang sering mengikuti berbagai kegiatan pameran baik yang dilakukan di tingkat local maupun nasional” jelas Bapak Yuyun Sujana SE kepada radio K-PASS.
Di sector seni dan budaya desa panguban pun mempunyai kesenian yang memang sudah cukup dikenal seperti seni bela diri pencasilat dan seni debus yang sudah tersohor dan pernah di tampilkan di salah satu station yang ada di Negara Inggeris. Selain hal tersebut di desa Panguban pun masih banyak potensi seni yang lainnnya seperti adanya group degung, jaipong, kacapi suling dan calung.
Salah satu potensi yang berkembang di masyarakat pun terutama di dusun Bojong buah adalah mengenai pengemangan lahan serta potensi sungai Citarum. Banyak waraga yang menjaring rejeki di sungai Citarum terutama pada musim hujan ketika sungai Citarum banyak membawa ribuan sampah. Warga Bojong buah memanfaatkan kondisi tersebut dengan memungut barang-banrang yang terbawa arus sungai yang masih bisa di manfaatkan untuk di daur ulang seperti aneka barang yang terbuat dari plastic seperti botol ex minuman mineral, bahkan kepala desa Pangauban secara khusus mengatakan “ Saya kepala Desa Panguban Kec. Katapang Kab. Bandung sangat berharap adanya perhatiaan dari pengelola DAS Citarum dan PLTA Saguling kepada para pemulung di sungai Ciratum, sebabb para pemulung atau lebih dikenal dengan sebuatna “burok” buruh rongsokan tersebut sedikitnya telah mengurangi tumpukan sampah dikawasan waduk Saguling, saya mohon ada perhatian di berbagai hal, mudah-mudahan suara saya ini bisa di dengan oleh orang-orang yang berkepentingan”.